Kumpulan Cerita Lucu

Kumpulan Cerita Lucu

Dalam mimpi:

Aku senantiasa mempunyai mimpi yang amat nyata serta memerlukan sebagian dikala sehabis bangun buat mengetahui kalau itu tidak jelas. Sering- kali, ini mengecewakan, namun biasanya aku cuma melupakannya serta meneruskan. Saat ini, di kategori 6 aku mempunyai seseorang sahabat dekat yang tidak sempat betul- betul aku membujuk berkelahi. Sesuatu malam, aku mempunyai mimpi yang amat nyata di mana aku serta sahabat aku berselisih hebat sebab suatu yang apalagi tidak bisa aku ingat saat ini. Aku amat cerdas menaruh marah sebab aku bukan anak yang toleran, jadi sepanjang 3 minggu aku serupa sekali melalaikan kawan aku dalam amarah hingga ia mulai meratap di depan guru serta ia menanya apa yang lagi terjalin. Pasti saja, dikala aku menggambarkan kisahnya, aku mengetahui kalau kejadiannya amat abnormal serta itu seluruh cuma mimpi. Aku senyap serta cuma memandang sahabat aku yang sedang amat jengkel serta tidak ketahui wajib mengatakan apa sebab aku sudah mengacau sedemikian itu akut.

 

Mengendus parafin dengan kawan aku:

Jadi kawan aku serta aku terletak di pasar luar biasa serta terdapat banyak parafin terkini. Mereka seluruh beraroma abnormal jadi kita mulai berasumsi mengenai julukan yang dapat kita bagikan pada mereka agen pembersih kamar kecil nenek ataupun semacam ini. Apa juga yang aku duga, kita mengendus banyak parafin sebab kita mulai tersimpul amat keras serta aku tiduran di lantai serta kawan aku jatuh ke rak pasta yang membuat kita tersimpul terus menjadi keras serta banyak orang telah memandang kita. Seketika kawan abang aku berdiri di balik kita serta mulai hari ini ia berasumsi kalau aku lagi komsumsi narkoba. Bukan aku. Saya hanya mengendus lilin dengan sahabat saya untuk tertawa terbahak-bahak.

 

Peminat batok kepala:

Jadi aku lagi bersandar di suatu kuliah kala aku merasa mau dipandang, serta di ujung mata aku, aku memandang laki- laki yang amat ganteng ini, yang dengan cara literal cuma memandang aku. Aku tidak sangat memikirkannya serta lalu mencermati guru besar. Sehabis fatwa, laki- laki itu menghadiri aku, serta menaruh tangannya di atas kepala serta aku semacam” eeeehm, apa yang kalian jalani” serta ia memandang mata aku mati serta mengatakan” Aku belum sempat memandang batok kepala yang sedemikian itu bagus” serta setelah itu ia berputar serta berangkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *