Hakim vs Tersangka | Cerita Humor

Hakim vs Tersangka | Cerita Humor

Alkisah terkandung masalah pembunuhan, seorang pria yang bersama dengan sadisnya membantai seorang nenek di kereta, masalah ini udah meraih tahap pembuktian di pengadilan.
Namun hakim sampai detik ini belum dapat melacak tau alasan kenapa pria ini membunuh nenek tersebut.

Hakim: “Tolong saudara jawab bersama dengan jujur, kenapa sodara sampai tega membunuh nenek yang tidak bersalah itu? Anda orang kaya dan tidak tersedia indikasi mencuri, Dan berasal dari knowledge yang kita punya, kamu pun tidak pernah dendam kepadanya…”

Tersangka: “Ceritanya begini pak, waktu itu saya berasal dari jakarta dapat berangkat ke Surabaya bersama dengan gunakan kereta api, saya naik kereta satu gerbong bersama dengan nenek itu. Saya duduk di dekat jendela & nenek itu berada tepat di sebelah saya.

Setelah kereta melewati pemberhentian pertama, datanglah pria yang dapat memeriksa karcis kami.

Nenek itu lebih pernah dimintai karcis, lantas nenek itu mengeluarkan tasnya yang besar dan di di dalam tasnya yang besar dia mengeluarkan tasnya yang kecil dan di di dalam tasnya yang kecil dia mengeluarkan dompet yang besar dan di di dalam dompet yang besar dia mengeluarkan dompet yang kecil dan di di dalam dompet yang kecil tersedia dompet tangan dan di di dalam dompet tangan tersedia karcis kereta tersebut dan dikasihlah kepada si pemeriksa karcis, lantas si pemeriksa karcis mengunjungi saya dan saya berikanlah langsung karcis saya tersebut.

Kemudian tidak lama sehabis pemberhentian pertama kereta ulang berhenti di pemberhentian kedua. Lagi-lagi di sana datang pemeriksa karcis, nenek itu ulang didatangi lebih pernah dan lantas dia mengeluarkan tasnya yang besar dan di di dalam tasnya yang besar dia mengeluarkan tasnya yang kecil dan di di dalam tasnya yang kecil dia mengeluarkan dompet yang besar dan di di dalam dompet yang besar dia mengeluarkan dompet yang kecil dan di di dalam dompet yang kecil tersedia dompet tangan dan di di dalam dompet tangan tersedia karcis kereta tersebut dan dikasihlah kepada si pemeriksa karcis, lantas si pemeriksa karcis mengunjungi saya dan saya berikanlah langsung karcis saya tersebut.

Setelah 30 menit kemudian, kereta ulang berhenti untuk pemberhentian ketiga. Dan lagi-lagi datang si pemeriksa karcis, nenek itu ulang didatangi lebih pernah dan lantas dia mengeluarkan tasnya yang besar dan di di dalam tasnya yang besar dia mengeluarkan tasnya yang kecil dan di di dalam tasnya yang kecil dia mengeluarkan dompet yang besar tersedia domp….”

Hakim: PLANNKK!! *mengetuk palu*:”Tolong ya! Saya mohon sodara lebih benar-benar sedikit di pengadilan ini..! angan main-main ya!!”

Tersangka: “#?!%”*@#&% Tuh kaan… Baru sampe stasiun ketiga aja pak hakim udah sewot!! Saya sampai Surabaya Pak! Surabayaaaa…. ­­­!!”

Hahaha, wkwk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *