Cerita Lucu Saat Kampanye Caleg Di Daerah Suku Pedalaman

Cerita Lucu Saat Kampanye Caleg Di Daerah Suku Pedalaman

ferilinso – Membaca cerita yang lucu memang bisa membantu meredakan emosi yang buruk. Cobalah membaca cerita pendek yang menarik tentang kejadian-kejadian unik di sekitar rumah dan orang-orang terdekat.

Cerita Lucu Saat Kampanye Caleg Di Daerah Suku Pedalaman

Cerita pendek yang lucu akan membuat Anda tertawa dan tidak menyita banyak waktu. Dianjurkan agar Anda tidak melamun, tetapi hibur diri Anda dengan cerita pendek yang lucu, buat pikiran Anda lebih tenang dan buat hati Anda bahagia.

Selain melamun, orang yang mengalami masa sulit biasanya makan banyak hal untuk mengaktifkan endorfinnya. Meski tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan yang berisiko obesitas, Anda bisa menyimak cerita pendek yang lucu. Berikut Cerita Lucu Tersebut

Kampanye Caleg di Suku Pedalaman

Seperti kita ketahui bersama, setiap caleg atau caleg selalu mengumbar janji. Ingin melakukan ini, ingin memberikannya kepada saya. Namun, janji seringkali sulit ditepati, sehingga banyak orang yang kecewa. Ini seperti kisah kampanye kandidat suku internal ini.

Kepala suku diminta mengumpulkan orang di pinggir hutan. Kandidat Legislatif Yuan mulai memberikan pidato di depan anggota suku yang belum berpakaian.

“Hadirin sekalian, jika saya terpilih, saya akan memberikan Anda semua pakaian yang indah, kamu tidak akan telanjang dada lagi!” Teriak sang caleg.

Anggota suku tampak tertawa. Mereka berteriak: “Bora.. Bora.”

Melihat antusiasme penonton dan teriakan “Bora” seakan menjadi tanda dukungan, para calon Legislatif Yuan pun semakin heboh. “Saya akan membangun gedung sekolah dan rumah sakit di sini!”

Anggota suku bertepuk tangan dan lebih bersorak. “Bora … Bora … Boraaaa!”

“Hidup rakyat!Saya janji tidak akan ada saat kalian membutuhkan!” Teriak sang calon.

Kemudian teriakan keras bisa terdengar. “Boraaa … boraa … boraaaa!”

Sang Caleg merasa sangat senang. Dia terus berjalan turun dari panggung, tersenyum dan melambai. Tanpa disadari, ia melewati kandang kerbau dan menginjak kotoran kerbau.

Kepala suku menggelengkan kepalanya. Kepala suku berkata: “Kamu tidak hati-hati. Lihat sepatumu, kena borak kerbau.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *