Cerita Lucu Panjang Di Jamin Bikin Ngaka Kalian

Cerita Lucu Panjang Di Jamin Bikin Ngaka Kalian

Cerita Lucu Panjang Di Jamin Bikin Ngaka Kalian

 

ferilinso – kali ini hendak memberikan cerita lucu pendek yang hendak menghibur Kamu sekaligus. Pastinya bacaan hiburan ini merupakan suatu yang lucu sekali. sebagai pengusir rasa suntuk serta hendak membuat Kamu ngakak abis.

Cerita- ceritanya ada yang pendek ataupun panjang. Yang harapannya dapat memberikan kebahagiaan untuk para pembaca. Terutama untuk pembaca tua yang banyak diliputi kasus biar dapat ngakak abis serta melalaikan sejenak permasalahan.

Untuk mereka yang lagi merasa jenuh, aman menikmati kumpulan cerita lucu selanjutnya ini.

Membaca cerita lucu buat ngakak mempunyai manfaat buat kita. Sebab dengan membaca cerita lucu pikiran kita hendak merasa fresh kembali serta membuat mood kita pulih. Nah buat kalian yang mau membaca cerita lucu, Berikut ini merupakan beberapa cerita lucu pendek baru yang membuat kalian tertawa dikala membacanya.

1. Bu Oneng dan Kacang Mede

Bu Oneng adalah seorang penduduk desa maju mundur yang kemarin baru saja pindah. Sebagai penghuni baru, Bu Oneng mengunjungi semua tetangga barunya dan salah satunya adalah seorang tetangga yang dihuni oleh nenek-nenek.
Bu Oneng : “(Mengetuk Pintu) Permisi, Assalamualaikum.”
Nenek : “(Membuka Pintu) Waalaikumsalam, Ini siapa ya ? ”
Bu Oneng : “Saya tetangga baru dirumah depan nenek, saya barusan pindah kemarin.”
Nenek: “Oh tetangga baru, mari silahkan masuk dulu.”
Bu Oneng : “(Memasang ekspresi malu-malu) Nggak usah nek, saya kan cuma sebentar.”
Nenek: “Sudah tidak apa-apa. Ayo masuk!”
Kemudian Bu Oneng pun masuk ke rumah si nenek dan duduk di ruang tamu yang tersedia banyak makanan di dalam toples.
Nenek : “Mari dimakan makanannya gak usah sungkan-sungkan!”
Dan akhirnya Bu Oneng pun tertarik dengan salah satu makanan. Makanan itu adalah salah satu makanan kesukaannya yaitu kacang mede.
Bu Oneng : “Saya boleh mencicipi kacang medenya nek? Kelihatannya enak nek!”
Nenek: “Boleh dong. Silahkan dimakan!”
Sambil berbincang-bincang dengan si nenek, tidak terasa bahwa Bu Oneng telah memakan banyak kacang mede.
Bu Oneng : “Wah saking enaknya kacang medenya saya habis banyak nih nek, maaf nek.”
Nenek: “Tidak apa-apa bu, justru saya bersyukur ada yang menghabiskan kacang medenya, karena gigi saya sudah tidak kuat untuk memakannya. Jadi ceritanya, cucu nenek sering mengirim coklat Gold Queen, karena saya tidak bisa makan kacangnya, saya jilatin aja coklatnya dan daripada mubazir kacangya saya kumpulin ke dalam toples ini. Kalau ibu mau lagi saya bisa mengumpulkan dan mengirim ke rumah ibu. ”
Bu Oneng pun langsung menelan ludahnya dengan memasang ekspresi yang masam.

2. Pak Indro dan Handphone Baru

Pak Indro adalah seorang warga yang tinggal di pelosok hutan. Karena ingin menghubungi saudaranya, Pak Indro memutuskan untuk membeli handphone di counter terdekat.
Pak Indro: “Permisi bapak, apakah disini ada handphone untuk chattingan ?”
Penjual: “Ya tentu ada pak, semua hp disini bisa untuk chattingan.”
Pak Indro: “Yang itu harganya berapa pak” (sambil menunjuk salah satu hp)”
Penjual: “Ini harganya 1,6 juta pak, karena merupakan keluaran terbaru.”
Pak Indro: “Tapi saya hanya bawa uang 1,5 jutaan pak, apa boleh dikurangi?”
Penjual: “Baiklah, untuk bapak bisa kami kasih harga segitu, tapi tanpa Memory dan SIM-card. Bapak sudah punya kartu SIM?”
Pak Indro: “Kenapa perlu kartu SIM juga ?” (sambil membuka dompet, mengeluarkan SIM mengemudinya).
Penjual: “Maaf pak, bukan sim mengemudi maksud saya,adalah nomor SIM card untuk handphone. Kalau begitu apa sekalian sama SIM card nya Pak? tambah 10ribu.”

Pak Indro: “Kalau begitu sekalian sama SIM card-nya saja.”
Penjual: “Tapi Bapak tinggal di daerah mana?
Pak Indro: “Saya? di pelosok hutan sana bapak.”
Penjual: “Wah, setahu saya di sana nggak ada sinyal Pak.”
Petani: “Kalau begitu saya beli sinyalnya saja sekalian, uangnya saya ambil dirumah nanti saya kembali lagi.”
Penjual handphone pun langsung menggaruk garuk kepalanya dengan ekspresi bingung.

3. Mukidi dan Pak Hakim Saat di Pengadilan

Pada siang hari, Mukidi melakukan sidang di pengadilan negeri sebagai saksi dalam kasus pencurian ayam yang salah satu tersangkanya adalah tetangga Mukidi yang bernama Ateng.
Hakim: “Saudara Mukidi, apakah anda mengenal tersangka?”
Mukidi: “Saya tidak mengenalnya pak!”
Hakim (mengulang pertanyaannya): “Apakah anda mengenal orang ini?(sambil menunjuk Ateng)”
Mukidi: “Bilang dong pak,kalau ini mah kenal, namanya Ateng pak bukan Tersangka.”
Hakim (dalam hatinya pun mulai geram): “Jadi kesimpulannya, apakah anda mengenal saudara Ateng?”
Mukidi: “Tidak Pak.”
Hakim (wajahnya mualai menunjukkan ekspresi kesal): “Bagaimana anda ini ? tadi katanya kenal?!”
Mukidi: “Saya kenalnya hanya sama Ateng pak, kalau saudaranya Ateng saya tidak kenal!”
Karena sang Hakim geram akhirnya Hakim mengakhiri persidangan dan mencari saksi lain untuk persidangan selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *