Cerita Lucu Mukidi “Doa Sesudah Makan”

 

Cerita Lucu Mukidi “Doa Sesudah Makan” – Pulang Jum’atan, Mukidi diajak ustad yang isi khutbah siang ini makan siang di Sederhana. Maklum amplop pak ustad siang ini lumayan tebal.

“Ayo mas, sikat saja…” kata ustad begitu makanan selesai dihidangkan. Bagaikan musafir yang memperoleh air di padang pasir, Mukidi mengawali makan siangnya dengan dengan ayam pop lengkap, setelah itu gulai kepala ikan,Pasang Bola giliran seterusnya udang goreng yang menggoda.

Pak ustad termasuk tak kalah gesit. Yang wajib halal, pikirnya. Lagipula mentraktir orang, besar pahalanya.

Mukidi melengkapi makan siang yang mengesankan itu dengan dengan jus durian. Pak ustad memanggil pelayan untuk mengkalkulasi kuantitas makanan yang mereka embat. Seperti biasa, si pelayan trampil sekali mengkalkulasi tanpa kalkulator.

“Ustad, apa doanya setelah makan?” menanyakan Mukidi sambil mencuci tangan. “Astaghfirullah!” ustad berseru.

“Loh doanya sudah rubah ya? koq astaghfirullah?”

“Bukan! itu doa jika lihat bon makan siang…”

Pak Ustad sih… gaya-gayaan rela traktir Mukidi. Tapi jangan kapok ya Pak Ustad, kan pahalanya malah jadi dobel, berasal berasal dari ntraktir Mukidi sama berasal berasal dari sering-sering nyebut. Iya kaaaan?

Ada gunanya termasuk nih gaul sama Mukidi, jadi rajin istighfar! Wkwkwkwk. Yang rela malah pahala, cari temen yang kaya di cerita lucu buat ngakak ini ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *