Cerita Lucu Gokil Abieezzzzz

Cerita Lucu Gokil Abieezzzzz

 

  • Kerabat Kembar

Tono memiliki suatu perahu campang yang telah amat berumur. Kenapa bertepatan sesuatu hari istrinya sang Tino itu tewas berbarengan dengan hari tenggelamnya perahu campang sang Tono itu. Sebagian hari setelah itu seseorang perempuan berumur memandang Tono, serta dengan cara tidak terencana salah mengidentifikasinya bagaikan Tino yang kehabisan istrinya itu. Tutur perempuan itu pada Tono,

“ Aku ikut pilu atas kehabisan kamu. Kamu tentu merasa pilu.”

Nah sang Tono beranggapan kalau perempuan itu berdialog mengenai perahu dayungnya itu, menanggapi:

“ Sesungguhnya sih aku dapat dikatakan justru suka sebab dapat menyingkirkannya. Ia telah amat berumur sekali apalagi telah kurang baik dari awal kalinya. Bagian bawahnya telah bangsai serta beraroma anyir sekali. Bagian punggungnya juga telah amat kurang baik serta lubang di bagian depannya telah amat luas. Tiap kali saya memakainya, lubangnya meningkat besar serta ia bocor tidak pasti.

Aku duga yang mengakhirinya merupakan kala aku menyewakan ia pada 4 orang anak muda yang lagi berhura- hura tempo hari. Aku telah mengingatkan mereka kalau ia telah tidak sedemikian itu lezat digunakan tetapi mereka sedang pula ingin memakainya. Mereka berempat berupaya masuk ke dalam berbarengan serta kesimpulannya ia terbagi benar di tengah- tengah.”

Perempuan berumur itu juga pingsan.

 

  • Risau Dikala Hujan Turun

Andre si mempelai laki- laki semenjak mulanya nampak risau walaupun senantiasa bersandar di pelaminan berpucuk dengan Irin si pengantin perempuan. Irin pengantin perempuan kesimpulannya menanya pada Andre si pengantin laki- laki.

Irin:“ Mengapa sih anda risau lalu, Abang? Tidak adem menunggu pengunjung kembali, betul?”

Andre:“ Bukan pertanyaan itu! Amati, hujan turun dengan kencang tuh!”

Irin:“ Kan malah asyik malam awal kita di terima dengan hujan kencang. Tentu hendak lebih romantis, bukan?”

Andre:“ Iya. Tetapi lama kelamaan dapat banjir masuk ke dalam rumah, alhasil malam awal kita dapat kandas keseluruhan.”

 

  • Telah Sempat Digunting

Wanto terkini saja menuntaskan seremoni pernikahannya dengan Tukiyem. Tetapi pada malam awal mereka tidak langsung berkaitan akrab, sebab letih sesudah menempuh acara. Pada malam itu mereka cuma memuat malam dengan makan bakso di dalam kamar.

Sedangkan tanpa sepengetahuan mereka, Ibunya Wanto menguping dari balik pintu serta mencermati dialog mereka.

Tukiyem:“ Abang, telah dikocok- kocok tidak keluar- keluar.( Sembari menggojlok botol sambal)”

Wanto:“ Nyata saja, lobangnya kesempitan!”

Tukiyem:“ Betul telah, ujungnya aku gunting saja!”

Ibunya Wanto langsung terkejut, menerobos pintu kamar serta berteriak,“ Janganlah! dahulu telah sempat digunting!”

Wanto& Tukiyem:**#@##^%&??!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *